<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel><title><![CDATA[Lateral Thinking]]></title><description><![CDATA[Thoughts, stories and ideas.]]></description><link>https://lateral.co.id/</link><image><url>https://lateral.co.id/favicon.png</url><title>Lateral Thinking</title><link>https://lateral.co.id/</link></image><generator>Ghost 5.2</generator><lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2026 17:44:41 GMT</lastBuildDate><atom:link href="https://lateral.co.id/rss/" rel="self" type="application/rss+xml"/><ttl>60</ttl><item><title><![CDATA[Kebun Binatang, Rekreasi dan Edukasi yang Keliru]]></title><description><![CDATA[<p>Sejauh ini, kebun binatang mungkin merupakan salah satu tujuan wisata favorit bagi siswa sekolah di Indonesia. Selain rekreasi, salah satu alasannya adalah untuk belajar mengenai satwa liar. Namun Daniek Hendarto, Orangutan Campaigner dari Centre for Orangutan Protection (COP) menilai lain, sekaligus menyayangkan kebiasaan itu.<br><br>&quot;Secara umum, tidak ada yang</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/kebun-binatang-rekreasi-dan-edukasi-yang-keliru/</link><guid isPermaLink="false">62b7eaffa8e303d6aacd171e</guid><category><![CDATA[Perlindungan Hewan]]></category><category><![CDATA[Kebun Binatang]]></category><category><![CDATA[Sirkus]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Sun, 26 Jun 2022 05:16:45 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/2022/06/landscape-4238822_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://lateral.co.id/content/images/2022/06/landscape-4238822_640.jpg" alt="Kebun Binatang, Rekreasi dan Edukasi yang Keliru"><p>Sejauh ini, kebun binatang mungkin merupakan salah satu tujuan wisata favorit bagi siswa sekolah di Indonesia. Selain rekreasi, salah satu alasannya adalah untuk belajar mengenai satwa liar. Namun Daniek Hendarto, Orangutan Campaigner dari Centre for Orangutan Protection (COP) menilai lain, sekaligus menyayangkan kebiasaan itu.<br><br>&quot;Secara umum, tidak ada yang bisa dipelajari di kebun binatang. Apa yang bisa dipelajari dari satwa yang terkurung dengan segenap penderitaannya di dalam kandangnya? Apa yang bisa dipelajari dari pertunjukan orangutan? Itu semua sama sekali tidak lucu, dan tidak mendidik. Orangutan bukan mainan!&quot; ungkapnya tegas.<br><br>Daniek menyebut, COP sendiri telah melakukan riset yang mendalam dan memantau kondisi orangutan di sejumlah kebun binatang. Secara umum, kondisinya menurut mereka tidak baik. Di mana orangutan terlihat menderita, sementara para pengunjung hanya menghabiskan waktu di depan kandang orangutan rata-rata maksimum 90 detik. Ini dinilai merupakan bukti bahwa kondisinya tidak menarik untuk rekreasi.</p><p>&quot;COP memuji kemajuan Kebun Binatang Gembiraloka di Yogyakarta, yang telah menghentikan pertunjukan orangutan. Sebaliknya, COP mengecam Taman Safari yang menggunakan orangutan untuk pertunjukan sirkus. Secara teknis, sebenarnya mereka memiliki standar kelola dan pemeliharaan yang sangat baik. Namun sayangnya masih menggunakan orangutan untuk sirkus, maupun foto bersama dengan pengunjung,&quot; papar Daniek.<br><br>&quot;Kebun Binatang Ragunan jauh lebih buruk. Orangutan wajib menjalani latihan yang keras agar dapat tampil di atas panggung, atau agar dapat dikendalikan untuk berfoto bersama dengan pengunjung sehingga tidak membahayakan. Ini tidak etis,&quot; tambahnya.<br><br>&quot;Kejahatan kita adalah membayar sejumlah uang kepada kebun binatang, untuk terus melakukan kekejaman. Kejahatan terhadap satwa liar akan terus terjadi, karena para siswa sekolah terus belajar dari sumber yang keliru. Perubahan hanya akan bisa terjadi, bila semua pihak termasuk sekolah dan orangtua, tidak lagi mengorganisir kunjungan ke kebun binatang,&quot; ucapnya. Daniek lantas menjelaskan bahwa masih ada banyak cara lain yang lebih baik, untuk mendidik siswa agar mencintai satwa liar dan alam. Misalnya katanya, dengan kegiatan berkemah atau kunjungan ke alam bebas, untuk mengamati satwa liar langsung di habitatnya. &quot;Sulit untuk tidak melihat satwa liar di Indonesia. Misalnya burung. Mereka ada di mana-mana, di gedung sekolah dan rumah, pepohonan sepanjang jalan, maupun persawahan,&quot; tukasnya.<br><br>Artikel ini telah tayang di<a href="https://www.jpnn.com/">JPNN.com</a>dengan judul<br>&quot;Rekreasi dan Edukasi di Kebun Binatang Dinilai Keliru&quot;,<br><a href="https://www.jpnn.com/news/rekreasi-dan-edukasi-di-kebun-binatang-dinilai-keliru?page=2">https://www.jpnn.com/news/rekreasi-dan-edukasi-di-kebun-binatang-dinilai-keliru?page=2</a></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Tujuh Cara Lebih Bahagia dengan Dopamine Booster]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Dopamine adalah hormon dengan senyawa kimia yang bisa mengirim pesan ke otak sehingga kita bisa merasa lebih bahagia. Selain memberikan efek rasa senang, dopamine juga terlibat dalam urusan motivasi, daya ingat, dan motorik.</p>



<p>Pelepasan dopamine dalam jumlah yang besar menciptakan rasa senang, sehingga mendorong kita untuk mengulang suatu aktivitas tertentu.</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/tujuh-cara-lebih-bahagia-dengan-dopamine-booster/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f95274f</guid><category><![CDATA[bahagia]]></category><category><![CDATA[dopamine]]></category><category><![CDATA[happiness]]></category><category><![CDATA[health]]></category><category><![CDATA[Mind]]></category><category><![CDATA[mindfulness]]></category><category><![CDATA[Productivity]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/2022/06/ball-g22698f3f2_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/2022/06/ball-g22698f3f2_640.jpg" alt="Tujuh Cara Lebih Bahagia dengan Dopamine Booster"><p>Dopamine adalah hormon dengan senyawa kimia yang bisa mengirim pesan ke otak sehingga kita bisa merasa lebih bahagia. Selain memberikan efek rasa senang, dopamine juga terlibat dalam urusan motivasi, daya ingat, dan motorik.</p>



<p>Pelepasan dopamine dalam jumlah yang besar menciptakan rasa senang, sehingga mendorong kita untuk mengulang suatu aktivitas tertentu. Sebaliknya, kekurangan dopamine akan menimbulkan rasa malas dalam melakukan sesuatu.</p>



<p>Kekurangan dopamine bisa membuat anda kurang termotivasi, tidak antusias, sulit berkonsentrasi, dan cenderung pasif. Beberapa penyakit juga terkait dengan kekurangan hormon ini seperti depresi dan parkinson.</p>



<p>Menyadari pentingnya hormon ini, berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan produksi dopamine di tubuh.</p>



<h3>1. Mengkonsumsi makanan protein tinggi</h3>



<p>Protein mengandung 23 macam asam amino, diantaranya adalah tirosine. Tirosine inilah yang berperan dalam produksi hormon dopamine.</p>



<p>Enzim dalam tubuh mampu mengubah tirosine menjadi dopamine sehingga kecukupan kadar tirosine juga mempengaruhi jumlah dopamine yang bisa diproduksi. Anda bisa mengkonsumsi daging kalkun, sapi, telur kedelai serta kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan protein.</p>



<h3>2. Tidur yang cukup dan berkualitas</h3>



<p>Kita mempunyai jam biologis, dimana ketika kita aktif berkegiatan, makan hormon dopamine akan berkurang. Umumnya di pagi hari ketika bangun tidur, hormon dopamine akan dilepas supaya kita bisa aktif melakukan kegiatan.</p>



<p>Semakin lama hingga menjelang sore dan malam hari, kadar dopamine di dalam tubuh akan jauh menurun sehingga kita menjadi lebih kurang aktif. Ini menunjukkan sudah saatnya kita beristirahat.</p>



<p>Pada saat kita kurang tidur, begadang dan sebagainya, maka jam biologis akan menjadi kacau, sehingga ritem produksi dan pelepasan hormon dopamine juga menjadi terganggu.</p>



<p>Disarankan untuk tidur yang cukup di malam hari, antar 7 hingga 8 jam, dengan kualitas yang baik. Usahakan anda rileks dan tidak menggunakan gadget setidaknya 1 jam sebelum tidur.</p>



<h3>3. Olahraga rutin</h3>



<p>Olahraga dan kegiatan fisik yang dilakukan bisa meningkatkan kadar endorfin dan menaikkan mood. Kegiatan aerobik selama 10 menit bisa meningkatkan suasana hari, yang muncul dari produksi dopamine ketika kita melakukan olahraga.</p>



<p>Olahraga rutin setiap pekan setidaknya 1 jam dalam satu hari memberikan dampak yang signifikan pada produksi dopamine sehingga mood dan produktivitas anda meningkat.</p>



<h3>4. Berjemur</h3>



<p>Di daerah dengan musim dingin seperti Belanda, banyak orang yang mengalami depresi hingga bunuh diri karena perasaan sedih dan tertekan. Hal ini berkaitan dengan kurangnya tubuh mendapatkan siraman sinar matahari.</p>



<p>Paparan sinar matahari yang rendah bisa mengakibatkan turunnya produksi hormon dopamine. </p>



<p>Dengan melakukan aktivitas produktif seperti berolahraga di bawah sinar matahari langsung, hormon dopamine akan diproduksi oleh tubuh dan anda akan menjadi lebih sehat dan bahagia.</p>



<h2>5. Meditasi</h2>



<p>Aktivitasi seperti meditasi, atau beribadah yang dilakukan secara sadar penuh, akan meningkatkan kualitas hati, pikiran dan perasaan anda. </p>



<p>Bermeditasi atau beribadah dengan penuh konsentrasi bisa meningkatkan kadar dopamine hingga di atas 60%.</p>



<h3>6. Aktivitas dengan orang tersayang</h3>



<p>Luangkan waktu dengan orang yang kita kasihi, seperti keluarga, sahabat, komunitas, dengan aktivitas yang produktif dan menyenangkan. Berinteraksi dengan orang yang anda kasihi dapat meningkatkan produksi dopamine, sehingga anda bisa lebih merasa bahagia. </p>



<p>Tinggalkan sejenak gadget anda, juga media sosial yang cenderung toksik. Bermainlah dengan anak atau sahabat atau kekasih anda.</p>



<h3>7. Suplemen</h3>



<p>Tubuh membutuhkan beberapa vitamin dan mineral untuk bisa memproduksi dopamine, seperti zat besi, niasin, asam folat, serta vitamin D dan B6.</p>



<p>Anda dapat memproduksi vitamin B6 dengan mengkonsumsi makanan bergizi, atau berjemur untuk meningkatkan produksi vitamin D. </p>



<p>Namun terkadang kita mengalami kendala mendapatkan siraman matahari yang cukup akibat cuaca yang mendung terus-menerus atau memang tinggal di daerah dengan tekanan udara yang tinggi.</p>



<p>Untuk mengatasi hal seperti ini anda bisa mengkonsumsi suplemen sehingga kebutuhan mineral dan vitamin dapat tercukupi.</p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Meraih Goal dengan Aturan 90-90-1]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Semua orang punya ide brilian bernilai Miliaran. Masalahnya adalah, kita tidak pernah bisa mewujudkannya. Ide hanya tinggal ide.</p>



<p>Dengan begitu banyak distraksi, seperti media sosial, messenger, film berseri, meeting dan tugas yang bukannya berkurang malah semakin menumpuk, mengakibatkan goal penting jangka panjang yang tidak terlalu terasa urgen akan terlupakan dengan</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/meraih-goal-dengan-aturan-90-90-1/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f952750</guid><category><![CDATA[90-90-1 RUle]]></category><category><![CDATA[Goals]]></category><category><![CDATA[Productivity]]></category><category><![CDATA[Robin Sharma]]></category><category><![CDATA[Time Management]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/2022/06/children-gb68bd15f3_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/2022/06/children-gb68bd15f3_640.jpg" alt="Meraih Goal dengan Aturan 90-90-1"><p>Semua orang punya ide brilian bernilai Miliaran. Masalahnya adalah, kita tidak pernah bisa mewujudkannya. Ide hanya tinggal ide.</p>



<p>Dengan begitu banyak distraksi, seperti media sosial, messenger, film berseri, meeting dan tugas yang bukannya berkurang malah semakin menumpuk, mengakibatkan goal penting jangka panjang yang tidak terlalu terasa urgen akan terlupakan dengan berjalannya waktu. </p>



<p>Namun Robin Sharma punya trik cantik supaya kita bisa mewujudkan ide dan goal seperti itu. Dia menyebutnya Aturan 90-90-1. Aturannya sangat sederhana:</p>



<p>Dalam 90 hari ke depan, alokasikan 90 menit setiap hari untuk satu peluang terbaik yang ingin kita kejar. Nol distraksi. Tidak ada yang lain. Jadikan peluang tersebut kenyataan. Titik.</p>



<p>Artinya Anda harus mematikan notifikasi email, silentkan HP, buat status anda di messenger menjadi Busy, dan tutup semua tab media sosial di browser, dan semua distraksi.</p>



<p>Apapun jenis peluang penting itu, apakah dia adalah sebuah proyek, produk, skill, fokuslah 90 menit saja dalam sehari untuk mewujudkannya, dan lakukan secara konsisten dalam tiga bulan, bisa dipastikan anda akan mendapatkan progress yang bikin anda kaget. </p>



<p>Jika 90 menit terasa terlalu berat bagi Anda, modifikasi aturan menjadi 45-45-1, 30-30-1, atau bakan 15-15-1. </p>



<p>Intinya adalah mulai saja lakukan. Tingkatkan sedikit demi sedikit hingga anda heran sendiri dengan kemajuan yang Anda dapatkan.</p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Nilai Fisikanya Buruk dari SMP Hingga Kuliah, Orang Ini Berhasil Meraih Nobel Fisika di Usia 76]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Nilai yang buruk ternyata tidak mesti menunjukkan kalau kita itu bodoh. Itulah yang dibuktikan oleh Masatoshi Koshiba. Nilai Fisika yang biasa-biasa saja bahkan rendah, tidak menghalangi dirinya meraih hadiah Nobel Fisika di usia 76 tahun.</p>



<p>Masatoshi Koshiba lahir di kota Toyohashi, Aichi, Jepang, pada tanggal 19 September 1926. Setelah menyelesaikan</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/nilai-fisikanya-buruk-dari-smp-hingga-kuliah-orang-ini-berhasil-meraih-nobel-fisika-di-usia-76/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f95274e</guid><category><![CDATA[Biography]]></category><category><![CDATA[Career]]></category><category><![CDATA[Masatoshi Kosihba]]></category><category><![CDATA[Neutrino]]></category><category><![CDATA[Nobel Prize]]></category><category><![CDATA[Particle Physics]]></category><category><![CDATA[Physics]]></category><category><![CDATA[Resilience]]></category><category><![CDATA[Struggling]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2021/07/toshiba.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2021/07/toshiba.jpg" alt="Nilai Fisikanya Buruk dari SMP Hingga Kuliah, Orang Ini Berhasil Meraih Nobel Fisika di Usia 76"><p>Nilai yang buruk ternyata tidak mesti menunjukkan kalau kita itu bodoh. Itulah yang dibuktikan oleh Masatoshi Koshiba. Nilai Fisika yang biasa-biasa saja bahkan rendah, tidak menghalangi dirinya meraih hadiah Nobel Fisika di usia 76 tahun.</p>



<p>Masatoshi Koshiba lahir di kota Toyohashi, Aichi, Jepang, pada tanggal 19 September 1926. Setelah menyelesaikan pendidikannya di sebuah sekolah menengah atas di Yokosuka, ia menekuni ilmu Fisika di Tokyo University.<br><br>Selama berada di sekolah menengah, Koshiba selalu memperoleh nilai merah. Secara kebetulan ia pernah mendengar gurunya mengatakan bahwa ia tidak mungkin belajar fisika, karena nilainya dalam mata pelajaran sains selalu rendah. Hal ini yang menantang Koshiba untuk belajar fisika secara mendalam, selain ketertarikannya terhadap ilmu fisika setelah ia membaca riwayat hidup para fisikawan, seperti Albert Einstein.<br><br>Ketika pertama kali ia mendaftar di Tokyo University, ia ditolak. Mungkin karena nilainya yang pas-pasan. Setelah mencoba mendaftar untuk kedua kalinya, ia diterima. Selama kuliah, ia juga masih memperoleh nilai yang kurang memuaskan. Dengan penuh ketekunan dan kerja keras, Koshiba berhasil menyelesaikan kuliah di Tokyo University pada tahun 1953.<br><br>Pengalaman memperoleh nilai yang rendah selama di sekolah menengah dan Tokyo University tidak membuatnya patah semangat. Ia masih tetap ingin mendalami ilmu fisika pada jenjang yang lebih tinggi. Berbekal surat rekomendasi dari dosennya di Jepang, Koshiba mendaftarkan diri di University of Rochester, Amerika Serikat.<br><br>Dalam surat rekomendasi, dosennya menulis bahwa : &#x201C;selama kuliah nilainya tidak bagus, tetapi ia juga tidak bodoh&#x201D;. Ia diterima di University of Rochester dan berhasil memperoleh gelar doktor pada bulan juni 1995.<br><br>Setelah menyelesaikan program doktor di Amerika Serikat, Koshiba kembali ke jepang dan mengajar di Tokyo University sampai tahun 1987. Ia diangkat menjadi profesor di Tokyo University. Tempat dimana dia dahulu sering mendapat nilai yang kurang memuaskan.<br><br>ternyata ia menjadi profesor di tempat yang sama. Setelah itu ia pindah ke Tokai University dan berkarya di sana hingga ia pensiun pada tahun 1997. Sebulan sebelum ia pindah dari Tokyo University ke Tokai University, tepatnya tanggal 23 Februari 1987 Koshiba berhasil membuktikan keberadaan partikel elementer yang disebut neutrino. Keberhasilan yang ia peroleh setelah bekerja keras tersebut membuahkan penghargaan Nobel Fisika pada tahun 2002. Ia memperoleh nobel fisika bersama Raymond Davis, Jr dan Riccardo Giacconi.<br><br>Para fisikawan telah lama dibingungkan dengan keberadaan neutrino, partikel sub atomik. Sejak tahun 1920, para fisikawan memperkirakan bahwa matahari bersinar karena reaksi fusi nuklir yang mengubah hidrogen menjadi helium sambil melepaskan energi.<br><br>Perhitungan teoritis menunjukkan bahwa sejumlah neutron harus dilepaskan selama rekasi tersebut, karenanya bumi juga kebanjiran neutrino dari matahari. Karena neutrino berinteraksi sangat lemah dengan benda-benda maka diperkirakan hanya satu dari milyaran neutrino matahari yang tertahan di luar angkasa dan sebagian besar neutrino sampai di bumi.</p>



<p>Pada tahun 1980, menggunakan hasil rancangan Raymond Davis, Jr, Koshiba membangun detector nuklir bawah tanah. Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Detector tersebut berhasil membuktikan adanya neutrino, sebuah penemuan yang membawa Koshiba, menjadi salah satu peraih nobel fisika.</p>



<p>Masatoshi Koshiba meninggal dunia pada hari Kamis (12/11/2020) di Universitas Tokyo dalam usia 94 tahun.</p>



<p>Koshiba memberikan contoh nyata, bagaimana keyakinan, kerja keras dan semangat pantang menyerah oleh keadaan, membawanya pada pencapaian tertinggi di dunia yang digelutinya.</p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Startup Analisis Gempa Safehub Mendapatkan Funding 9 Juta USD]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Safehub, sebuah startup analisis data gempa, mendapatkan pendanaan baru sebesar 9 juta USD untuk membangun rangkaian informasi kerusakan gempa bumi secara realtime berbasis sensor dan data analytics.</p>



<p>Didirikan pada tahun 2015 oleh beberapa engineer struktur dan ahli manajemen risiko bencana, Safehub menawarkan informasi dampak kerusakan pada bangunan akibat gempa bumi</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/startup-analisis-gempa-safehub-mendapatkan-funding-9-juta-usd/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f95274d</guid><category><![CDATA[big data]]></category><category><![CDATA[Business &amp; Economy]]></category><category><![CDATA[data analytics]]></category><category><![CDATA[Data Engineering]]></category><category><![CDATA[earthquake]]></category><category><![CDATA[funding]]></category><category><![CDATA[IoT]]></category><category><![CDATA[safehub]]></category><category><![CDATA[startup]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2021/04/earthquake-1665891_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2021/04/earthquake-1665891_640.jpg" alt="Startup Analisis Gempa Safehub Mendapatkan Funding 9 Juta USD"><p>Safehub, sebuah startup analisis data gempa, mendapatkan pendanaan baru sebesar 9 juta USD untuk membangun rangkaian informasi kerusakan gempa bumi secara realtime berbasis sensor dan data analytics.</p>



<p>Didirikan pada tahun 2015 oleh beberapa engineer struktur dan ahli manajemen risiko bencana, Safehub menawarkan informasi dampak kerusakan pada bangunan akibat gempa bumi secara realtime. Platform menggabungkan sensor, data analytics, dan data yang bersumber dari pihak ketiga.</p>



<p>Safehub membuat sensor dengan biaya produksi rendah dan mudah dipasang, mengukur dinamika tanah dan respon bangunan, serta perubahan frekuensi alami bangunan, kemudian memprediksi kerusakan bangunan dan nilai kerugiannya.</p>



<p>Jika terjadi gempa bumi, Safehub akan mengirim peringatan kerusakan yang bisa ditindaklanjuti dan melalui sms, email, dan dashboard web dalam beberapa menit. Sensor yang dipasang juga untuk mengevaluasi dan menyempurnakan program asuransi.</p>



<p>Memiliki akses realtime ke data dan insight sangat penting untuk memahami, melakukan penilaian, dan mengambil keputusan yang cepat dan tepat.</p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Cara gampang gagal berwirausaha di tahun pertama]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Kalau kamu fans Liverpool, pasti sudah familiar dengan blunder-blundernya. Nah, berikut cara gampang bikin blunder di tahun pertama kamu memulai bisnis, segampang Liverpool membuang-buang kesempatan menang yang ada di depan mata. Kamu harus tau supaya bisnis kamu bisa tumbuh, gak pake nunggu 32 tahun lagi buat jadi juara.</p>



<h2>Kesalahan paling</h2>]]></description><link>https://lateral.co.id/cara-gampang-gagal-berwirausaha-di-tahun-pertama/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f95274c</guid><category><![CDATA[Business &amp; Economy]]></category><category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category><category><![CDATA[startup]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2021/04/light-bulb-503881_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2021/04/light-bulb-503881_640.jpg" alt="Cara gampang gagal berwirausaha di tahun pertama"><p>Kalau kamu fans Liverpool, pasti sudah familiar dengan blunder-blundernya. Nah, berikut cara gampang bikin blunder di tahun pertama kamu memulai bisnis, segampang Liverpool membuang-buang kesempatan menang yang ada di depan mata. Kamu harus tau supaya bisnis kamu bisa tumbuh, gak pake nunggu 32 tahun lagi buat jadi juara.</p>



<h2>Kesalahan paling sering: Palugada</h2>



<p>Saat memulai bisnis, situasi kadang menggoda kamu untuk mengambil semua tawaran atau kesempatan yang lewat. Di tahun pertama kadang kamu akan merasa takut melewatkan setiap tawaran, yang membuat kamu gagal fokus pada segmen pasar yang ingin digarap. Padahal dengan memilih ceruk pasar yang spesifik, sebuah usaha baru bisa mendapatkan keuntungan berupa:</p>



<ul><li>Penjualan yang lebih baik, karena pitching pada hal yang serupa berulang kali.</li><li>Mendapatkan testimonial dan review yang lebih masif dan cepat.</li><li>Pekerjaan yang sama menjadi lebih mudah karena kamu bisa membuat template, SOP, dan perangkat lain yang membuat proses pekerjaan jadi lebih efisien.</li><li>Bisnis bisa tumbuh lebih cepat dan lebih baik.</li></ul>



<p>Jika kamu palugada (apa lu minta gua ada) maka kamu akan lebih sulit fokus, menghabiskan waktu yang banyak untuk domain, jasa, produk, knowledge yang sangat beragam, sementara sumber daya yang kamu miliki sangat terbatas. Usaha kamu akan sangat lambat bertumbuh, bahkan bisa mati di tahun pertama.</p>



<h2>Malas meminta bantuan orang lain</h2>



<p>Berwirausaha bisa membuat kamu sangat struggling dan terisolasi. Agar tidak mengalami burnout, carilah bantuan di forum-forum, teman, coach atau mentor. Bisa juga kamu join Facebook Group yang bertema entrepreneurship. </p>



<p>Jangan malu meminta saran dan masukan teman, keluarga, atau kolega bisnis. Ada banyak orang di luar sana yang cukup baik hati untuk berbagi pengalaman. Pengalaman seorang mentor akan jauh lebih bermanfaat ketimbang ratusan buku yang kamu baca.</p>



<h2>Tidak mau berkolaborasi di tengah kompetisi</h2>



<p>Terkadang dalam memulai usaha, kita terlalu fokus pada kompetisi, sehingga memandang semua perusahaan atau organisasi lain yang bergerak di bidang yang sama sebagai musuh. Ini adalah sebuah kesalahan yang fatal.</p>



<p>Sebagai perusahaan yang masih kecil dan sedang bertumbuh, berkolaborasi jauh lebih berguna ketimbang berkompetisi. Carilah jalan agar kamu dan kompetitormu yang sudah jauh lebih besar, bisa berkolaborasi dan saling memberikan benefit.</p>



<h2>Sibuk tapi tak produktif</h2>



<p>Blunder ini umumnya dilakukan oleh orang yang berhenti bekerja untuk memulai usaha. Mindset dan pola aktivitas selama menjadi karyawan sering terus terbawa.</p>



<p>Padahal seorang pengusaha harus mampu mengatur waktunya dengan sangat efisien, mengatur prioritas dengan cermat.</p>



<p>Jangan melakukan aktivitas yang membuang waktu dengan percuma. Misalnya mengecek email berulang-ulang untuk memeriksa jawaban dari tawaran ke calon pelanggan. Buat jadwal untuk mengecek email, messenger, dan yang sejenisnya. Kamu bisa menggunakan metode seperti Pomodoro untuk menjaga produktivitas dan efisiensi, atau secarik kertas jadwal harian jika itu menurut kamu lebih efektif.</p>



<p>Jangan lupa mengaudit dan menilai tugas-tugas yang kamu kerjakan. Jangan menghabiskan tugas yang valuenya sangat sedikit, sementara value yang lebih besar kamu tunda-tunda. Jangan sampai tertipu kesibukan yang nilainya sangat kecil.</p>



<p>Bagaimana, sudah siap untuk gagal di tahun pertama kamu berwirausaha?</p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Pelajaran Leadership dari Pendiri Zoom Eric Yuan]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Eric Yuan memiliki jabatan yang lumayan penting di Cisco, sebelum memutuskan terjun menjadi pengusaha. Berangkat dari ketidakpuasannya atas ide-ide yang tidak bisa ia terapkan pada Cisco Webex, Eric pada tahun 2011 memutuskan memulai usaha sendiri di bidang platform yang mirip dengan Webex, tetapi memberikan pengalaman yang mudah, menyenangkan dan berbeda.</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/pelajaran-leadership-dari-pendiri-zoom-eric-yuan/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f95274b</guid><category><![CDATA[Business &amp; Economy]]></category><category><![CDATA[Eric Yuan]]></category><category><![CDATA[Leadership]]></category><category><![CDATA[Zoom]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2021/04/Eric-Yuan.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2021/04/Eric-Yuan.jpg" alt="Pelajaran Leadership dari Pendiri Zoom Eric Yuan"><p>Eric Yuan memiliki jabatan yang lumayan penting di Cisco, sebelum memutuskan terjun menjadi pengusaha. Berangkat dari ketidakpuasannya atas ide-ide yang tidak bisa ia terapkan pada Cisco Webex, Eric pada tahun 2011 memutuskan memulai usaha sendiri di bidang platform yang mirip dengan Webex, tetapi memberikan pengalaman yang mudah, menyenangkan dan berbeda.</p>



<p>Di Webex Eric sendiri sempat membangun tim dari sebelumnya hanya terdiri dari 10 orang menjadi lebih dari 800 orang, dengan pendapatan mencapai lebih dari 800 juta USD.</p>



<p>Berikut lima pelajaran leadership yang bisa kita petik dari seorang Eric Yuan:</p>



<h3>Jangan menunggu orang-orang mengatakan iya, just do it</h3>



<p>Meski Eric sudah ada dalam zona nyaman di Cisco, namun setiap hari saat berangkat kerja, dia sama sekali tidak bersemangat. Pelanggan yang dia layani tidak happy, yang membuatnya juga merasa tidak puas. Ketika keluar dari Cisco dan memulai usaha sendiri, orang-orang di sekitarnya mengatakan itu adalah keputusan yang bodoh. Namun Eric merasa, jika ia tidak melakukannya, maka tidak ada perubahan berarti yang akan terjadi dalam 10 tahun ke depan.</p>



<h3>Minta bantuan temanmu</h3>



<p>Zoom tidak akan seperti sekarang jika tidak ada teman-teman dekatnya yang mau mendukung dan membantunya memberi modal, dengan komitmen pengembalian yang cukup besar. Eric pun memberi jaminan modal kembali dari simpanannya di bank, seandainya bisnisnya tidak berjalan dengan baik.</p>



<p>Setelah berhasil mengumpulkan modal sebesar 3 juta USD dari teman dan keluarganya, Eric kemudian berhasil menarik investasi dari venture capital, kemudian kita tau seperti apa cerita selanjutnya.</p>



<h3>Tidak ada keberhasilan tanpa ketekunan</h3>



<p>Petualangannya selama berbulan-bulan di Jepang dan meninggalkan tanah kelahirannya, mengubah masa depan Eric. Saat itu dia menghadiri seminar yang diisi oleh Bill Gates pada tahun 1995, tentang masa depan internet.</p>



<p>Dari situ Eric menyadari internet akan mengubah segalanya, dan dia merasa harus memulai lebih awal dari orang lain. Eric pun mencari cara agar bisa pindah ke Amerika agar bisa bergabung dengan gelombang pertama revolusi informasi.</p>



<p>Eric mengalami penolakan Visa hingga 8 kali, namun ia pantang menyerah, hingga berhasil mendapatkan Visa pada percobaan yang ke 9. </p>



<h3>Tabah sampai akhir</h3>



<p>Awalnya Eric menyangka bisa mencapai keuntungan yang besar dan membangun tim yang kuat dalam waktu satu tahun. Tapi ternyata perkiraannya meleset. Namun dengan penuh kesabaran, dia sanggup melalui tahun-tahun yang berat hingga kesuksesan besar berhasil diraihnya.</p>



<h3>Bangun solusi yang lebih baik</h3>



<p>Fokuslah pada pelanggan, jangan hanya sekedar latah melihat produk kompetitor. Pimpinlah perusahaan dengan fokus pada pelanggan. Zoom berhasil mengalahkan pemain lama yang telah menjadi raja dan raksasa dalam industri video conference, dengan memberikan kemudahan kepada penggunanya.</p>



<h3>Jika anda berhasil membuat pelanggan senang, uang akan datang</h3>



<p>Di awal perusahaan berdiri, jangan berpikir mengejar kesuksesan secara finansial. Buatlah pelanggan senang, maka uang yang nanti akan mendatangi anda. Promosi dari mulut-ke-mulut tetaplah strategi yang paling jitu. Pelanggan yang senang akan berbagi pengalaman dan mengajak orang lain untuk meeting menggunakan Zoom.</p>



<h3>Milikilah prinsip dalam berbisnis, jangan sekedar mengelola tim</h3>



<p>Tanyakan, anda ingin punya perusahaan seperti apa? Budaya apa? Nilai-nilai apa? Tuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu karena mengelola perusahaan lebih dari sekedar mengelola tim. Sebagai founder dan CEO, anda harus mengelola setiap bagian dan harus sangat aktif.</p>



<h3>Lead by example</h3>



<p>Buatlah prinsip yang sederhana, cukup dengan dua atau tiga kata. Budaya Zoom adalah: <strong>Deliver happiness</strong>. </p>



<h3>Terus mengembangkan diri</h3>



<ul><li>Teruslah memikirkan versi anda yang lebih baik setiap hari.</li><li>Cari tahu impian anda.</li><li>Carilah mentor.</li><li>Bacalah buku bisnis sebanyak-banyaknya. (Favorit Eric: Only the Paranoid survive &#x2013; Andy Groove)</li></ul>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Kontrol dan Pilihan]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Tahukah anda tugas utama kita dalam hidup ini? Ya, tugas utama kita sesungguhnya sangat sederhana: untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan urusan dalam hidup, sehingga kita tau persis, mana urusan yang bersifat eksternal dan di luar kontrol kita, dan mana urusan yang bersifat internal dan dalam kontrol kita, serta apa yang harus</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/kontrol-dan-pilihan/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f952749</guid><category><![CDATA[Daily Stoa]]></category><category><![CDATA[Mind]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/06/game-2294201_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/06/game-2294201_640.jpg" alt="Kontrol dan Pilihan"><p>Tahukah anda tugas utama kita dalam hidup ini? Ya, tugas utama kita sesungguhnya sangat sederhana: untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan urusan dalam hidup, sehingga kita tau persis, mana urusan yang bersifat eksternal dan di luar kontrol kita, dan mana urusan yang bersifat internal dan dalam kontrol kita, serta apa yang harus kita lakukan dengan dua hal ini.</p>



<p>Hal terpenting yang mesti kita sadari lakukan adalah, membedakan antara hal yang mampu kita ubah, dan hal yang diluar kendali kita sehingga nyaris mustahil bisa kita ubah. </p>



<p>Mana hal yang ada dalam lingkaran pengaruh, dan mana hal yang hanya bisa masuk ke dalam lingkaran peduli.</p>



<p>Jika anda sedang menunggu penerbangan, dan mengalami delay karena kondisi cuaca, maka gerutuan anda di dalam hati apalagi teriakan ke staff yang bertugas tentu saja tidak akan membuat cuaca berubah menjadi bagus. </p>



<p>Yang bisa anda lakukan dengan segera adalah mengatur ulang jadwal pertemuan di tempat tujuan anda dan seterusnya.</p>



<p>Jika anda fokus pada hal yang tidak bisa anda ubah, maka sebenarnya anda sedang membuang-buang energi dan waktu anda yang berharga pada urusan yang bisa anda ubah.</p>



<p>Jika mulai hari ini anda fokus memisahkan mana urusan yang masuk ke dalam lingkaran kontrol pengaruh anda, dan mana yang tidak, maka bukan saja hidup anda akan lebih bahagia, maka anda akan selamat dari situasi dimana anda melakukan peperangan di medan tempur yang sama sekali tidak bisa anda menangkan.</p>



<p>Mulailah cerdas mengambil keputusan. Pilihan ada di tangan anda, ingin menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bisa anda ubah, atau fokus pada hal yang dengannya anda bisa menjadi lebih baik, lebih bahagia, dan lebih produktif.</p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Teman Anda Tidak Respek Terhadap Profesi Anda? Bagaimana Caranya Supaya Anda Tidak Jadi Seperti Itu?]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Terkadang kita membutuhkan bantuan terkait bisnis dan pekerjaan yang kita perlukan kepada teman. Atau di saat lain kita diminta membantu oleh teman kita menyelesaikan problem bisnisnya.</p>



<p>Seringkali yang meminta bantuan secara sadar atau tidak, menyepelekan waktu, tenaga dan keterampilan temannya, padahal teman kita itu tentu saja memiliki kebutuhan dan agenda</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/apa-yang-harus-dilakukan-ketika-teman-anda-tidak-respek-terhadap-profesi-anda-bagaimana-caranya-supaya-anda-tidak-jadi-seperti-itu/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f952748</guid><category><![CDATA[Business Ethics]]></category><category><![CDATA[Etika Bisnis]]></category><category><![CDATA[Productivity]]></category><category><![CDATA[Professional]]></category><category><![CDATA[Time Management]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/05/work-1627703_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/05/work-1627703_640.jpg" alt="Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Teman Anda Tidak Respek Terhadap Profesi Anda? Bagaimana Caranya Supaya Anda Tidak Jadi Seperti Itu?"><p>Terkadang kita membutuhkan bantuan terkait bisnis dan pekerjaan yang kita perlukan kepada teman. Atau di saat lain kita diminta membantu oleh teman kita menyelesaikan problem bisnisnya.</p>



<p>Seringkali yang meminta bantuan secara sadar atau tidak, menyepelekan waktu, tenaga dan keterampilan temannya, padahal teman kita itu tentu saja memiliki kebutuhan dan agenda sendiri terkait hidupnya dari skill dan waktu yang dimiliki.</p>



<p>Yang diminta bantuan juga terkadang merasa tidak enak untuk menolak, meskipun tidak sedikit waktu dan tenaga yang terkuras saat memberikan bantuan teknis kepada yang meminta. Tenaga, waktu dan skill yang semestinya bisa digunakan untuk mendapatkan penghasilan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya.</p>



<p>Apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan dalam situasi seperti ini? Simak tips berikut ini.</p>



<h2>Do&#x2019;s and Don&#x2019;t Saat Anda Diminta Membantu</h2>



<h3>[1] Ketika teman anda ingin meminta bantuan dengan gratis</h3>



<p>Ketika anda bekerja sebagai freelancer, berdagang atau memiliki bisnis sendiri, anda tentu saja akan menemukan beberapa teman yang merasa baik-baik saja meminta produk atau bantuan jasa profesional anda dengan gratis. </p>



<p>Terkadang anda akan membantu satu, dua atau tiga kali dengan alasan menjaga pertemanan. Namun biasanya lama-kelamaan mereka akan meminta bantuan terus menerus, bahkan untuk situasi yang cukup urgen, dengan GRATIS.</p>



<p>Maka anda harus mengambil sikap sebelum teman-teman anda tidak memberikan respek terhadap waktu, tenaga dan keterampilan anda. Bikin saja sistem yang membuat anda nyaman untuk menolak orang-orang seperti ini. Atau jelaskan saja dengan terus terang apabila mereka memaksa.</p>



<p><strong>Atau anda bisa menawarkan sistem barter, setidaknya anda memberikan pelajaran give and take kepada teman anda.</strong></p>



<p>Ingat, anda telah belajar keras, bekerja keras, dan menghabiskan banyak waktu hingga anda bisa memiliki ketrampilan, yang semestinya mendapatkan respect dari teman anda.</p>



<h3>[2] Teman Anda Ingin Mendapatkan Saran Profesional Gratis Sepanjang Waktu</h3>



<p>Teman sejati selalu mau mendengarkan keluhan sahabatnya. Namun ada saatnya anda merasa diminta untuk memberikan saran yang melewati batas persahabatan.</p>



<p>Misalnya ketika teman anda meminta saran mengambil keputusan bisnis, membaca kontrak, atau memecahkan persoalan bisnisnya.</p>



<p>Jika teman anda selalu meminta saran anda terkait tindakan bisnis dan pengambilan keputusannya, tentu saja anda tengah berada dalam posisi dimanfaatkan, baik sengaja ataupun tanpa sadar. </p>



<p>Jika anda terus-menerus dimanfaatkan, anda bisa menawarkan orang lain yang bisa menyediakan jasa professional advice kepadanya. Atau jika teman anda itu belum paham juga, sampaikan saja joke ringan seperti, &#x201C;Ok, saya akan memberikan rate teman untuk advice ini&#x201D;. Ini akan memberikan sinyal kepada teman anda, bahwa anda mencari nafkah dari proses profesional advice yang ia minta kepada anda dengan gratis, jika teman anda itu cukup beretika.</p>



<p>Anda tentu saja secara alami akan sangat ingin membantu teman anda saat membutuhkan bantuan. Namun anda juga tidak boleh mengabaikan kebutuhan dan goals anda sendiri sehingga menghabiskan waktu dan tenaga yang berharga karena merasa tidak enak untuk menolak permintaan bantuan profesional dari teman anda secara gratis.</p>



<h2>[3] Buat Batasan dan Katakan Tidak</h2>



<p>Isu yang paling besar adalah teman terkadang lupa bahwa waktu kita juga berharga. Maka buatlah schedule anda dengan baik, dan jelaskan itu kepada teman yang merasa kita selalu available untuk memberikan bantuan profesional dengan gratis.</p>



<p>Dengan membuat jadwal yang baik, terutama jika anda self-employed atau freelancer, anda akan bisa menolak dan mengatakan tidak tanpa harus merasa tidak nyaman dan bersalah.</p>



<p>Apalagi anda yang self-employed atau freelancer yang terkadang harus bekerja lebih lama dari orang normal, maka anda harus respek kepada pekerjaan dan tujuan anda lebih dulu.</p>



<p>Jangan biarkan teman anda memanfaatkan rasa bersalah anda dan mengorbankan apa yang seharusnya anda lakukan sebagai prioritas.</p>



<h3>[4] Sampaikan Perasaan Anda</h3>



<p>Jika anda telah membuat batasan dan sinyal, namun teman anda belum mengerti juga, entah sengaja atau dengan tidak sadar memanfaatkan rasa bersalah anda, ini saatnya anda dengan tegas tapi sopan menjelaskan kepada mereka.</p>



<p>Jelaskan kepada mereka bahwa waktu anda juga sangat berharga, dan anda memiliki banyak kewajiban yang harus dipenuhi. Anda memiliki pekerjaan, projek atau produk yang sedang anda garap dan sangat menyita waktu dan skill anda.</p>



<p>Katakan anda sangat senang berteman dan menghabiskan waktu dengan mereka, namun anda juga membutuhkan respek dari mereka atas waktu dan keahlian profesional anda, sebagaimana anda juga respek terhadap waktu dan keahlian mereka.</p>



<p>Jika mereka masih merasa anda yang salah, mungkin sudah saatnya anda untuk mengambil jarak dengan mereka.</p>



<h2>Do&#x2019;s and Don&#x2019;t Saat Anda Meminta Bantuan Teman</h2>



<p>Berikut hal yang harus anda perhatikan, jika anda pada posisi membutuhkan bantuan atau saran profesional dari teman anda:</p>



<ul><li>Sadarilah bahwa waktu yang dimiliki teman anda juga berharga. Berikan respek saat anda membutuhkan bantuan, dan lakukan saja penawaran secara fair dan terbuka agar mereka bisa memberikan bantuan profesional dengan cara profesional dan bayaran yang profesional.</li><li>Sadarilah bahwa skill mereka itu didapatkan dalam waktu lama dan susah payah. Mereka memiliki skill yang bisa menyelesaikan masalah dalam waktu 5 menit, pada saat kita lebih dari 3 hari menemui jalan buntu, tidaklah didapat dengan mudah dan gratis.</li><li>Hindari meminta bantuan dan saran profesional kepada teman anda sepanjang waktu. Cobalah untuk melakukannya sendiri untuk urusan yang bisa anda cari jawabannya di Google. Jika anda mentok, mintalah bantuan secara profesional bahkan kepada teman. Jika anda respek kepada teman anda dan bersikap profesional, maka teman anda juga akan memberikan respek yang sama kepada anda.</li><li>Ingat selalu bahwa teman kita memiliki tanggung jawab terhadap hidupnya, mungkin keluarganya atau orang lain yang bergantung kepadanya. Berikan bayaran yang pantas untuk setiap bantuan yang mereka berikan. Itulah cara anda memberikan respek dan menilai persahabatan anda dengan cara yang benar.</li></ul>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[3 Cara Ampuh Selamat dari Bencana Menunda-nunda Pekerjaan]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Bagi sebagian orang, selalu punya alasan untuk menunda menyelesaikan pekerjaan. &#x201C;Kalau bisa dikerjakan besok, buat apa diselesaikan hari ini?&#x201D;. Familiar?</p>



<p>Alasannya bisa bermacam-macam, misalnya:</p>



<ul><li>Merasa akan mendapatkan informasi yang lebih baik belakangan hari</li><li>Butuh break dulu nih</li><li>Ada hal di luar lingkaran pengaruh, tapi merasa kita perlu terlibat</li></ul>]]></description><link>https://lateral.co.id/3-cara-ampuh-selamat-dari-bencana-menunda-nunda-pekerjaan/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f952747</guid><category><![CDATA[Mind]]></category><category><![CDATA[Procrastination]]></category><category><![CDATA[Productivity]]></category><category><![CDATA[Time Management]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/05/wristwatch-407096_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/05/wristwatch-407096_640.jpg" alt="3 Cara Ampuh Selamat dari Bencana Menunda-nunda Pekerjaan"><p>Bagi sebagian orang, selalu punya alasan untuk menunda menyelesaikan pekerjaan. &#x201C;Kalau bisa dikerjakan besok, buat apa diselesaikan hari ini?&#x201D;. Familiar?</p>



<p>Alasannya bisa bermacam-macam, misalnya:</p>



<ul><li>Merasa akan mendapatkan informasi yang lebih baik belakangan hari</li><li>Butuh break dulu nih</li><li>Ada hal di luar lingkaran pengaruh, tapi merasa kita perlu terlibat saat itu juga, misalnya perdebatan politik di media sosial yang tak kunjung usai</li></ul>



<p>Apapun alasan dan justifikasi yang kita punya, terus menerus menunda-nunda pekerjaan bisa berujung pada malapetaka, kekacauan, kepedihan, dan produktivitas yang hancur-hancuran.</p>



<p>Namun para praktisi psikologi, berdasarkan penelitian, memiliki tiga jurus ampuh yang bisa membantu para penunda-nunda untuk sanggup menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Berikut ketiga jurus ampuh tersebut.</p>



<h3>Jurus Pertama: Membuat Perencanaan dalam Beberapa Hari Ke Depan</h3>



<p>Jurus ampuh dan sederhana melawan menunda-nunda adalah dengan memikirkan tugas dan pekerjaan hanya untuk beberapa hari ke depan, ketimbang durasi bulanan apalagi tahunan ke depan.</p>



<p>Mengapa demikian? Karena untuk tugas dan pekerjaan yang dirasa masih lama, mekipun ia tugas yang penting, maka kita cenderung tidak akan mengerjakannya dalam rangka mencapai tujuan jangka panjang. Kita memiliki rasa aman dari menunda karena deadline terasa masih sangat jauh.</p>



<p>Sebaliknya, ketika kita merencanakan dalam term yang lebih kecil dan dalam hitungan beberapa hari ke depan, maka kita lebih bisa merasa bahwa deadline sudah dekat.</p>



<p>Jika kita membuat tugas dengan deadlin &#x201C;hari ini&#x201D;, peluang kita menyelesaikannya jauh lebih besar ketimbang meletakkannya untuk beberapa bulan lagi.</p>



<h3>Jurus Kedua: Memandang Masa Lalu Secara Positif</h3>



<p>Jika anda ingin melibas penundaan sekarang, maka anda perlu memiliki pandangan positif terhadap apa yang telah terjadi di masa lalu.</p>



<p>Para juara penunda dipengaruhi oleh pikiran mereka yang dipenuhi oleh kenangan buruk di masa lalu, penyesalan atas tumpukan penundaan dan penderitaan yang ditimbulkannya, sehingga kehilangan fokus dan lupa memberikan perhatian yang cukup untuk orientasi masa depan.</p>



<p>Sementara orang-orang yang berhasil &#x201C;get things done&#x201D; adalah orang yang mampu berdamai dengan masa lalunya, dan lebih fokus untuk merencanakan hari mereka yang baru dengan penuh kebahagiaan dan ketenangan di pagi hari.</p>



<h3>Jurus Ketiga: Batasi Pertimbangan Saat Mengambil Keputusan</h3>



<p>Sungguh sangat menggoda, saat anda akan mengambil keputusan apapun, untuk melakukan review dan pertimbangan berulang-ulang hingga merasa cukup puas dan mendapatkan informasi selengkap mungkin.</p>



<p>Padahal cara seperti ini bukanlah cara terbaik dalam mengambil keputusan. </p>



<p>Tidak masalah melakukan review dan menimbang ulang satu hingga dua kali, namun saat anda mengulang mereview berulang-ulang terus menerus, membuat anda berusaha memikirkan kembali opsi yang sebelumnya sudah dibuang, ketimbang fokus dan enjoy pada pilihan yang akan diambil pada akhirnya.</p>



<hr class="wp-block-separator">



<p>Referensi:</p>



<ol><li>https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0956797615572231</li><li>https://publications.hse.ru/en/articles/228976677</li><li>https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0146167216689065?journalCode=pspc</li></ol>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Pandemi Corona, Saatnya Melupakan Perbedaan Pandangan Politik]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Dikutip dari Reuters, tujuh dari 10 warga Amerika Serikat meyakini pandemi Coronavirus adalah ancaman yang serius, tersebar baik pada pendukung partai Demokrat, Partai Republik, mayoritas, minoritas, tua, muda, penduduk kota, penduduk desa.</p>



<p>Pademi ini tampaknya membuat mereka yang tadinya berseteru dengan sengit dalam hal pandangan politik dan isu apa pun,</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/pandemi-corona-saatnya-melupakan-perbedaan-pandangan-politik/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f952746</guid><category><![CDATA[Business &amp; Economy]]></category><category><![CDATA[Corona]]></category><category><![CDATA[COVID-19]]></category><category><![CDATA[Healthcare]]></category><category><![CDATA[Pandemi]]></category><category><![CDATA[Persatuan]]></category><category><![CDATA[Virus]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/03/ski-2123339_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/03/ski-2123339_640.jpg" alt="Pandemi Corona, Saatnya Melupakan Perbedaan Pandangan Politik"><p>Dikutip dari Reuters, tujuh dari 10 warga Amerika Serikat meyakini pandemi Coronavirus adalah ancaman yang serius, tersebar baik pada pendukung partai Demokrat, Partai Republik, mayoritas, minoritas, tua, muda, penduduk kota, penduduk desa.</p>



<p>Pademi ini tampaknya membuat mereka yang tadinya berseteru dengan sengit dalam hal pandangan politik dan isu apa pun, menjadi satu suara. Sebelumnya ada 63% pendukung Demokrat dan 49% pendukung Republik yang merasa terancam, saat ini meningkat menjadi 76% pendukung Demokrat dan 63% pendukung Republik.</p>



<p>Namun demikian, masyarakat Amerika Serikat sampai saat ini masih tetap terbelah dua perihal trust mereka atas usaha pemerintahan Trump mengatasi krisis ini.</p>



<p>Situasi serupa juga terjadi di negara kita, Indonesia. </p>



<p>Setidaknya baik pendukung pemerintahan Joko Widodo maupun pendukung oposisi mayoritas sepakat akan ancaman serius dari pandemi ini, namun pandangan terhadap keseriusan dan langkah pemerintah saat ini, sebagaimana yang terjadi di Amerika, juga terbelah dua.</p>



<p>Terlepas dari perbedaan pandangan politik, sudah saatnya kita bersama-sama saling memberikan dukungan dan tindakan nyata dalam menghadapi situasi sulit seperti ini.</p>



<p>Sudah saatnya melepaskan perbedaan untuk bisa sama-sama selamat melalui pandemi ini. Hentikan pertikaian baik di media sosial dan platform sosial lainnya.</p>



<p>Mungkin saja benar, bangsa ini tengah mengalami krisis kepemimpinan. Namun dengan situasi berbahaya yang kita hadapi bersama-sama, sudah saatnya setiap orang bisa mengalahkan egonya, menjadi pemimpin pada level dan lingkaran pengaruhnya. Berikan influence, pengaruh, dan kontribusi positif sekecil apa pun yang kita bisa.</p>



<p>Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Tapi tetap lakukan physical distancing ya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan bangsa ini kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini.</p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Pemimpin Makan Belakangan, Bos Egois Makan Duluan]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Saat ini tengah ramai polemik tentang anggota Dewan yang terhormat, mendapatkan privilege untuk menjalani rapid test COVID-19, di tengah carut-marut dan keterbatasan penanganan kasus COVID-19 di masyarakat umum.</p>



<p>Tentu saja para anggota Dewan yang terhormat punya dalih, bahwa itu dilakukan, misalnya dengan mengatakan alat test tersebut bukan dibeli dari APBN</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/pemimpin-makan-belakangan-bos-egois-makan-duluan/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f952745</guid><category><![CDATA[Corona]]></category><category><![CDATA[COVID-19]]></category><category><![CDATA[Leadership]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/03/penguin-1719608_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/03/penguin-1719608_640.jpg" alt="Pemimpin Makan Belakangan, Bos Egois Makan Duluan"><p>Saat ini tengah ramai polemik tentang anggota Dewan yang terhormat, mendapatkan privilege untuk menjalani rapid test COVID-19, di tengah carut-marut dan keterbatasan penanganan kasus COVID-19 di masyarakat umum.</p>



<p>Tentu saja para anggota Dewan yang terhormat punya dalih, bahwa itu dilakukan, misalnya dengan mengatakan alat test tersebut bukan dibeli dari APBN (uang rakyat). </p>



<p>Mereka lupa, ini bukan soal uang, namun soal etika dan moralitas pemimpin. Mereka lupa bahwa pemimpin sejati selalu makan paling belakangan, seperti yang dilakukan Julius Caesar, atau seperti yang diceritakan Simon Sinek dalam bukunya, &#x201C;Leader Eat Last&#x201D;.</p>



<p>Di dunia militer, anak buah selalu makan duluan. Komandan akan makan pada saat anak buahnya sudah kebagian semua. Beginilah leadership diajarkan di dunia militer.</p>



<p>Leadership adalah bagaimana kita bisa mengambil resiko, untuk memastikan orang lain di sekitar kita bisa selamat. </p>



<p>Pemimpin perlu memberikan rasa aman dan kepercayaan, agar anak buah bisa tenang dan melakukan tugasnya dengan baik.</p>



<p>Leadership mestinya adalah bagaimana kita melayani anak buah, masyarakat. Sebuah standar moral yang tinggi.</p>



<p>Namun bangsa Indonesia tampaknya tengah mengalami krisis kepemimpinan. Sehingga sedikit dari pejabat yang lebih memikirkan rakyatnya ketimbang diri dan kelompoknya sendiri.</p>



<p>Krisis kepemimpinan sejatinya jauh lebih berbahaya dari krisis apapun, termasuk pandemi corona yang sekarang tengah melanda. </p>



<p>Bagaimana bangsa ini bisa keluar dari krisis kepemimpinan?</p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Ini Alasan Mengapa 99% Proyek Delay, dan Bagaimana Menjadi 1% yang On Schedule]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Mungkin anda meyakini hanya 60% proyek tidak selesai sesuai jadwal dan budget. Realitasnya mungkin lebih bikin kaget: 99% proyek tidak selesai sesuai jadwal, dan budgetpun membengkak. Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi? Baca terus untuk tahu sebabnya dan bagaimana mengakalinya.</p>



<p>Berikut tujuh alasan yang bikin proyek telat dan bikin profit</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/ini-alasan-mengapa-99-proyek-delay-dan-bagaimana-menjadi-1-yang-on-schedule/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f952744</guid><category><![CDATA[Delay]]></category><category><![CDATA[On Schedule]]></category><category><![CDATA[Project Management]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/01/street-photography-3656812_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/01/street-photography-3656812_640.jpg" alt="Ini Alasan Mengapa 99% Proyek Delay, dan Bagaimana Menjadi 1% yang On Schedule"><p>Mungkin anda meyakini hanya 60% proyek tidak selesai sesuai jadwal dan budget. Realitasnya mungkin lebih bikin kaget: 99% proyek tidak selesai sesuai jadwal, dan budgetpun membengkak. Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi? Baca terus untuk tahu sebabnya dan bagaimana mengakalinya.</p>



<p>Berikut tujuh alasan yang bikin proyek telat dan bikin profit merana.</p>



<h2>[1] Menyetujui deadline tanpa melakukan due diligence</h2>



<p>Menyepakati tenggat tanpa melakukan due diligence adalah penyebab proyek molor yang paling sering terjadi. Tidak melakukan mitigasi risiko dan ketidakpastian, sering dilakukan oleh orang yang terlalu optimistik. Menandatangani kontrak padahal secara intuitif saja mungkin ada merasa bakal kesulitan menyelesaikannya tepat waktu. Namun rasa optimis yang overdosis dan tantangan dari klien membuat anda mengambil risiko dan menandatangani kontrak. Urusan risiko belakangan deh.</p>



<h2>[2] Tekanan dari pelanggan</h2>



<p>Klien memberikan tekanan dan sedikit drama, membuat anda mengabaikan proses normal dari project management.</p>



<p>Jangan biarkan klien memberikan tekanan besar dan memaksa anda menyelesaikan proyek dalam tenggat yang tidak realistis. Jika klien tidak mau mengerti, mungkin lebih baik anda tidak menerima pekerjaan tersebut.</p>



<h2>[3] Anda menganggap remeh effort yang dibutuhkan</h2>



<p>Kegagalan mengkalkulasi resource yang dibutuhkan dan didedikasikan pada proyek membuat anda akan terjebak pada permainan &#x201C;catch up&#x201D; yang membuat anda dan tim mengalami burnout. Udah tau kan rasanya kek mana?</p>



<p>Jangan pernah under estimate kebutuhan resources, kalau anda gak ingin terjebak situasi chaos dan bikin hidup tambah susah.</p>



<h2>[4] Paralel abis-abisan</h2>



<p>Ah, ini masalah semua orang, yang terkadang terlalu optimis bisa menyelesaikan banyak proyek dalam satu periode dengan resource yang sama. Percaya deh!</p>



<h2>[5] Klien yang pasif</h2>



<p>Jangan biarkan anda berjalan sendiri sementara klien asik dengan agenda mereka yang lain. Pastikan semua tanggung-jawab dan komitmen yang harus diberikan klien bisa anda dapatkan lebih cepat.</p>



<p>Jangan menunggu sampai mereka kebakaran jenggot dan menyalahkan anda. Jadilah lebih proaktif.</p>



<h2> [6] Tim anda gagal berkomitmen</h2>



<p>Kegagalan untuk memastikan tim berkomitmen, berarti anda membiarkan proyek gagal atau telat dengan sengaja. Kegagalan dalam memilih anggota tim, apalagi yang statusnya part time atau subkon, memperbesar risiko kegagalan.</p>



<p>Subkon dan partner part time baru, meningkatkan risiko dua kali lipat untuk gagal. Hampir semua subkon dan part-timer memberikan best-scenario dan under estimate beban pekerjaan yang anda berikan. </p>



<p>Pastikan anda bisa memegang komitmen, periksa betul anggota tim anda, terutama habit mereka dalam memegang komitmen. Jangan main-main deh kalo pake resource dari luar (subkon) atau part-timer.</p>



<h2>[7] Tidak memiliki kerangka dan metodologi </h2>



<p>Untuk menekan biaya, atau karena anda memiliki keterbatasan mengakses resource yang capable, anda cenderung merekrut sembarangan dan membentuk tim amatiran dan minim pengalaman, tidak memiliki proses baku dan metodologi, cuma modal nekat dan optimisme semu.</p>



<p>Hal ini 100% akan bikin proyek telat bahkan gagal. Carilah resource yang memiliki kerangka kerja dan metodologi yang ajeg dan memenuhi kriteria. Mahal dikit gapapa daripada mau ngirit malah ngorot.</p>



<p>Itulah tujuh alasan utama yang bikin proyek anda problematic dan bikin headache. </p>



<p>gimana supaya anda tidak terjeblos ke lubang yang sama berkali-kali? Ini caranya.</p>



<ol><li>Tentukan ekspektasi bersama-sama dengan klien, dan pastikan tercantum dalam kontrak dan project plan dengan detail dan jelas.</li><li>Tingkatkan kualitas account management dan expectation management. Bayar Project Manager yang berpengalaman, mahal dikit gak apa.</li><li>Susun milestone dengan jelas dan cantumkan dalam kontrak.</li><li>Jangan malu bertanya, dan bertanyalah dengan pertanyaan yang berkualitas. Jangan terlalu banyak asumsi. Lakukan klarifikasi sesering dan seawal mungkin.</li><li>Fokus, jangan palugada. </li><li>Bangun tim dengan DNA terbiasa mendeliver pekerjaan  berkualitas.</li></ol>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Ketika Deadline Kelewat... Lagi]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Pernah ada dalam situasi dimana tenggat terlewat, klien kecewa, sementara anda dan klien memiliki kontribusi atas keterlambatan proyek? Bahkan kontribusi klien lebih besar dalam mengakibatkan keterlambatan?</p>



<p>Sebenarnya ini adalah situasi yang umum terjadi. Anda tentu saja frustasi, tapi tentu saja anda tidak boleh kehilangan kontrol atas situasi yang terjadi. Berikut</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/ketika-deadline-kelewat-lagi/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f952743</guid><category><![CDATA[Project Management]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/01/waiting-410328_640.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2020/01/waiting-410328_640.jpg" alt="Ketika Deadline Kelewat... Lagi"><p>Pernah ada dalam situasi dimana tenggat terlewat, klien kecewa, sementara anda dan klien memiliki kontribusi atas keterlambatan proyek? Bahkan kontribusi klien lebih besar dalam mengakibatkan keterlambatan?</p>



<p>Sebenarnya ini adalah situasi yang umum terjadi. Anda tentu saja frustasi, tapi tentu saja anda tidak boleh kehilangan kontrol atas situasi yang terjadi. Berikut langkah yang bisa anda lakukan.</p>



<h3>Optimalkan Kick Off Meeting</h3>



<p>Maksimalkan waktu selama kick off meeting untuk memastikan ekspektasi deliverables dari kedua belah pihak. Pastikan sejelas mungkin lingkup pekerjaan yang harus anda lakukan.</p>



<p>Dengan asumsi yang sudah ditetapkan di awal, anda memiliki peluang lebih besar untuk menepatinya.</p>



<p>Dokumentasikan setiap detail yang berlangsung selama meeting, termasuk asumsi, tugas dan tanggung jawab, dan tandatangani dokumen tersebut bersama-sama dengan klien. Lebih bagus lagi jika ditambahkan ke dalam dokumen statement of work.</p>



<p>Pastikan klausa tambahan jika memungkinkan untuk ditambahkan dalam kontrak, jika terjadi keterlambatan yang disebabkan oleh klien, dan bagaimana eskalasinya.</p>



<h3>Menyiapkan Contingency Plan</h3>



<p>Buat kontingensi, terutama hal-hal yang umumnya menjadi sebab keterlambatan. Misalnya terkait content dan knowledge yang harus disediakan oleh klien.</p>



<p>Pastikan bisa dideliver oleh klien lebih awal, meskipun anda belum membutuhkannya, bahkan dalam beberapa minggu ke depan.</p>



<p>Tentu saja anda harus tetap realistis. Seringkali orang membuat komitmen saat meeting, namun tidak merealisasikannya ketika proyek berjalan. Masukkan realitas ini ke dalam hitungan anda.</p>



<h3>Ingatkan Tanggung Jawab Klien</h3>



<p>Jika klien luput dalam memenuhi komitmen mereka, ingatkan saja secara sopan tentang pentingnya mereka memenuhi komitmen tersebut dan impactnya kepada deadline.</p>



<p>Sampaikan report dengan jelas dan spesifik. Cantumkan resiko jika klien tidak memenuhi komitmennya, antara lain:</p>



<ul><li>Kehilangan resource project karena ikut ke project lain</li><li>Delay</li><li>Penambahan cost</li><li>Dispute</li></ul>



<h3>Tetap Buka Saluran Komunikasi</h3>



<p>Tetaplah responsif dan komunikatif dalam situasi yang tidak bersahabat, terutama ketika mendekati deadline, bahkan ketika deadline terlewati.</p>



<p>Lakukan komunikasi lebih intensif ketika situasi mulai tidak kondusif. Dokumentasikan setiap komunkasi, entah itu via telepon, email dan instant messenger. Jadikan referensi pada komunikasi berikutnya.</p>



<h3>Sensitif Terhadap Peluang Munculnya Problem</h3>



<p>Terkadang delay tidak disebabkan secara langsung oleh orang yang terlibat dalam proyek, tetapi oleh tekanan yang diberikan atasan mereka pada project lain yang dianggap lebih prioritas. pastikan anda bisa melakukan eskalasi yang dibutuhkan.</p>



<p>Jangan biarkan tim anda tidak mengerjakan apapun selama proyek berlangsung karena kegagalan klien memenuhi tugasnya.</p>



<h3>Cek Perilaku Anda dan Tim</h3>



<p>Lakukan introspeksi atas faktor-faktor penyebab delay yang datang dari anda dan tim. Apakah tim anda memiliki masalah komunikasi? Masalah komitmen?</p>



<p>Sangat jarang delay terjadi 100% karena kesalahan klien, atau 100% karena kesalahan vendor. Umumnya ada kontribusi dari kedua belah pihak.</p>



<h3>Jika Semuanya Tidak Berjalan Sesuai Rencana</h3>



<p>Pastikan anda memahami dan menyusun kontrak dengan baik, dan mempersiapkan antisipasi jika terjadi dispute. Gunakan skill negosiasi dan jelaskan dengan ciamik.</p>



<p>Jika anda telah mengeluarkan semua yang terbaik namun situasi tidak membaik, mungkin saatnya anda mencari klien yang lain.</p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Empat Jenis Data Analysis dalam Bisnis]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Di era industry 4.0 ini, pengambilan keputusan yang didasari dengan justifikasi kuantitatif sama pentingnya dengan kualitatif. Apa saja langkah analisa data yang bisa kita lakukan, agar pengambilan keputusan semakin akurat dan berdampak baik bagi bisnis kita?</p>



<h3>Empat Jenis Data Analysis</h3>



<p>Dalam aktivitas data analysis, kita bisa mengelompokkan mereka ke</p>]]></description><link>https://lateral.co.id/empat-jenis-data-analysis-dalam-bisnis/</link><guid isPermaLink="false">62a795699e1f09121f952741</guid><category><![CDATA[Business &amp; Economy]]></category><category><![CDATA[Data Engineering]]></category><dc:creator><![CDATA[Lateral Thinking]]></dc:creator><pubDate>Mon, 13 Jun 2022 19:52:09 GMT</pubDate><media:content url="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2019/10/analytics-3268935_640.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://lateral.co.id/content/images/wordpress/2019/10/analytics-3268935_640.png" alt="Empat Jenis Data Analysis dalam Bisnis"><p>Di era industry 4.0 ini, pengambilan keputusan yang didasari dengan justifikasi kuantitatif sama pentingnya dengan kualitatif. Apa saja langkah analisa data yang bisa kita lakukan, agar pengambilan keputusan semakin akurat dan berdampak baik bagi bisnis kita?</p>



<h3>Empat Jenis Data Analysis</h3>



<p>Dalam aktivitas data analysis, kita bisa mengelompokkan mereka ke dalam 4 kategori. Empat kategori tersebut saling berkaitan. Berikut empat kategori tersebut, dari yang paling mudah hingga yang paling sulit, sehingga tidak banyak kalangan industri yang sempat mengadopsinya. Semakin sulit analysisnya, semakin tinggi value dan insight yang bisa didapatkan.</p>



<ul><li>Descriptive Analysis</li><li>Diagnostic Analysis</li><li>Predictive Analysis</li><li>Prescriptive Analysis</li></ul>



<h3>Descriptive Analysis</h3>



<p>Ini adalah tahap pertama, dan biasanya menjadi landasan bagi analysis berikutnya. Descriptive analysis menjawab pertanyaan tentang &#x201C;apa yang terjadi&#x201D; dari suatu persoalan.</p>



<p>Contoh pemanfaatan descriptive analysis antara lain:</p>



<ul><li>KPI dashboard</li><li>Laporan pengiriman barang</li><li>Laporan penjualan</li></ul>



<h3>Diagnostic Analysis</h3>



<p>Setelah kita bisa menjawab pertanyaan tentang &#x201C;apa yang terjadi&#x201D;, maka kita selanjutnya bisa menjawab pertanyaan tentang &#x201C;bagaimana bisa terjadi&#x201D;. Disinilah Diagnostic analysis berperan.</p>



<p>Diagnostic analysis mencoba menemukan insight dari descriptive analysis, menggali lebih dalam untuk menemukan penyebab dari apa yang terjadi. Diagnostic analysis menghubungkan antara data dengan pola perilaku.</p>



<p>Diagnostic analysis berangkat dari aktivitas mendapatkan informasi yang lebih detail.</p>



<p>Penerapan tahap ini dalam dunia bisnis antara lain:</p>



<ul><li>Analisa keterlambatan pengiriman barang</li><li>Analisa mengapa satu produk mengalami penurunan penjualan</li></ul>



<h3>Predictive Analysis</h3>



<p>Tahap ini mencoba menjawab pertanyaan, &#x201C;apa yang mungkin bisa terjadi&#x201D;. Tahapan ini memanfaatkan deskripsi dan insight dari tahapan sebelumnya, untuk melakukan prediksi di masa depan.</p>



<p>Tahapan ini banyak menggunakan pemodelan statistik, yang membutuhkan teknologi dan SDM yang mumpuni untuk melakukan forecast. </p>



<p>Berbeda dengan descriptive dan diagnostic analysis yang umum dilakukan oleh banyak pelaku bisnis, predictvie analysis memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi, sehingga lebih sedikit entitas bisnis yang melakukannya.</p>



<p>Contoh pada tahapan ini adalah:</p>



<ul><li>Sales forecast</li><li>Analisa risiko keterlambatan pengiriman barang</li></ul>



<h3>Prescriptive Analysis</h3>



<p>Ini adalah tahapan yang paling sulit, sehingga lebih jarang lagi entitas bisnis yang melakukannya.</p>



<p>Tahapan ini mengelaborasi tiga tahapan sebelumnya. Pada tahap ini kita menggunakan state-of-the-art technology, semisal Artificial Intelligence, dalam melakukan pengambilan keputusan. Pada tahapan ini sebagian aktivitas sudah dilakukan secara otonom oleh mesin, sehingga sdm yang terlibat bisa lebih fokus pada domain yang lebih advance. Contohnya antara lain:</p>



<ul><li>Menganalisa data healthcare untuk mengevaluasi kemungkinan pasien mengalami serangan jantung lagi</li><li>Pengaturan harga tiket pesawat secara otomatis</li></ul>



<p></p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item></channel></rss>