Sisi psikologis dari manusia memiliki peran vital dan menentukan pada experience yang didapatkan pengunjung website anda. Desain yang menerapkan prinsip psikologi dan neuro-marketing memiliki pengaruh besar pada conversion rate website.

Apa saja strategi yang bisa kita gunakan? Berikut ulasannya.

Keep it Simple, Stupid

Sebuah prinsip desain yang lahir dari teori kognitif, manusia umumnya lebih menyukai aktivitas yang simpel dan minim hambatan, ketimbang aktivitas kompleks yang membutuhkan proses mental yang lebih berat. Jika website anda mudah dimengerti dan dijelajah, peluang konversi akan lebih besar.

Prinsip minimalis memastikan website bebas dari elemen yang mendistraksi. Organisasikan konten sedemikian rupa sehingga terasa visitor friendly, memastikan visitor tidak dibombardir informasi yang rumit.

Paradox of Choice

Berdasarkan Hukum Hick, waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mengambil keputusan berbanding lurus dengan banyaknya pilihan yang tersedia. Ketika visitor dihadapkan pada pilihan yang terlalu banyak, terjadilah decision paralysis, akibatnya justru malah menekan conversion rate, akibat visitor merasa lelah hayati dihadapkan pada pilihan yang kelewat banyak.

Sebagaimana yang dikenal dengan sebutan Paradox of Choice, peningkatan jumlah pilihan menaikkan jumlah visitor, namun menekan jumlah conversion. Sebaliknya, saat pilihan terbatas, jumlah visitor berkurang, namun tingkat conversion malah lebih tinggi.

Pastikan pilihan seperti pricing misalnya, tidak terlalu banyak sehingga visitor lebih mudah melakukan action. Mainkan parameter jumlah pilihan untuk menghasilkan jumlah visitor dan conversion rate yang optimal.

Manfaatkan Emosi

Penggunaan konten yang efektif menghasilkan resonansi emosi visitor, membantu mereka beresonansi dengan brand anda. Manusia pada dasarnya makhluk sosial, yang membutuhkan interaksi dan keterkaitan dengan manusia lain pada tataran alam bawah sadar. Menggunakan gambar seseorang yang terlihat bahagia, bisa menimbulkan reaksi emosional visitor dan menumbuhkan ikatan emosional dengan brand anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here