Kolaborasi yang melibatkan orang-orang dengan preferensi politik berseberangan ternyata memberikan hasil yang lebih berkualitas ketimbang tim dengan perbedaan politik yang moderat atau senada, berdasarkan kualitas 200 ribu artikel yang ditulis di Wikipedia.

Melihat fenomena perseteruan di ranah politik, baik di Indonesia maupun Amerika Serikat, mungkin kita langsung terbayang situasi brutal dan toxic, namun penelitian terhadap 200 ribu artikel di Wikipedia menunjukkan hal yang menarik.

Tim editor di Wikipedia dengan latar belakang pilihan politik yang berseberangan, menulis artikel politik, sosial, dan sains, dengan ranking lebih baik ketimbang tim yang cenderung satu pandangan, karena memiliki spektrum perspektif yang lebar, perdebatan sengit, dan lebih menarik bagi pembaca.

Penelitian yang dimuat pada Nature Human Behavior ini menunjukkan bahwa variasi pandangan politik dalam satu tim dengan aturan main yang terdefinisi dengan baik, mendorong kolaborasi yang lebih produktif dan berkualitas.

Studi ini tidak menunjukkan bahwa tim yang berisi orang yang berseberangan bisa selalu bersama-sama, namun ia memberikan perspektif yang berbeda-beda, dan selama mereka bisa bekerjasama, mereka bisa memberikan hasil yang lengkap dan seimbang.

Selama ini kita memandang polarisasi dalam politik hanya menghasilkan kebrutalan dan kondisi toxic, namun kualitas artikel di Wikipedia ini memberikan hasil yang kontra-intuitif.

Aturan dan Konsensus

Wikipedia memiliki komitmen tinggi pada diskursus dan konsensus. Guideline yang mereka buat menghasilkan artikel yang berkualitas dan budaya yang sustainable.

Aturan dan rekomendasi berbasis komunitas ini lah yang membedakan polarisasi politik produktif di Wikipedia, dengan polarisasi politik toxic yang tumbuh secara brutal di media sosial pada umumnya.

1 COMMENT

  1. Studi terbaru tentang polarisasi politik mengungkap bahwa polarisasi justru mendorong peningkatan partisipasi politik masyarakat. Sarjana politik Alan Abramowitz (2010), misalnya, menemukan bukti selama pemilihan presiden Amerika pada 2004 dan 2008, para pemilih termotivasi oleh polarisasi politik yang terjadi saat itu. Jumlah pemilih yang lebih tinggi dan keterlibatan dalam kegiatan kampanye adalah hasilnya. Abramowitz menyimpulkan bahwa mereka yang berpartisipasi adalah mereka yang terpolarisasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here