Sebuah penelitian di Brandeis University menunjukkan, hanya butuh 45 menit bagi seseorang untuk mempercayai kebenaran dari kebohongan yang ia buat sendiri.

Para peneliti tersebut menggunakan EEG (electroencephalography) untuk memonitor aktivitas otak orang yang terlibat dalam penelitian. Hasilnya juga menunjukkan, pada usia tua fenomena ini bisa terjadi lebih cepat.

Memproduksi kebohongan-kebohongan mengacaukan memori pelakunya, dan dampaknya lebih cepat pada orang dengan usia lebih tua, karena mereka lebih sulit mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi, sehingga mempengaruhi penilaian pada kebohongan mereka sendiri.

Ketika seseorang melakukan kebohongan, kebohongan tersebut akan mengubah ingatan seseorang pada kebohongan tersebut.

Kebohongan ternyata memiliki pengaruh pada cara kerja otak memproses ingatan. Kebohongan dapat membuat space baru sendiri di memori kepala, sehingga seolah ia benar-benar terjadi.

Penelitian tersebut telah di publikasikan disini. Tertarik mempelajari lebih lanjut?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here