Kohl dahulu adalah toko ritel yang sukses dengan loyalitas customer yang tinggi, manajemen persediaan yang efektif, dan lokasi yang bagus, membuat mereka unggul di dunia persaingan ritel.

Seiring dengan berjalannya waktu dan berubahnya zaman, pelanggan Kohl tidak bertambah, sementara pelanggan setianya beranjak tua. Ditambah lagi kemunculan Amazon yang mennjadikan e-commerce bahaya laten bagi para peritel offline.

Jika Tak Mampu Melawan, Bergabung Saja

Oktober 2017, ketika sadar tak mungkin melawan gelombang disrupsi, Kohl memutuskan bergabung dengan Amazon. Mereka memutuskan bekerja sama dengan Amazon menyediakan layanan retur produk yang dibeli dari Amazon.

Pelanggan bisa ke gerai Kohl untuk mengembalikan produk yang mereka beli dari Amazon, bahkan tanpa packaging asli. Kohl menggunakan sumber daya mereka untuk repackaging dan mereturnya kembali ke Amazon.

Ratusan gerai Kohl terlibat dalam program retur Amazon ini. Bahkan Kohl juga akhirnya turut menjual produk-produk Amazon seperti Echo virtual assistant dan Kindle ebook reader di jaringan ritelnya.

Think Different

Hohl paham betul Amazon telah mendisrupsi dunia ritel, dan mereka sadar betul tak ada peluang menang melawan Amazon, sehingga memutuskan mengambil peluang yang datang di tengah badai disrupsi. Dan mereka berhasil melakukannya.

Pelanggan generasi sekarang di Amerika sudah sangat terbiasa membeli dari Amazon. Dengan memberi solusi dari pain point mereka Kohl berhasil menarik para pelanggan milenial tersebut untuk datang ke tokonya. Dan ketika mereka datang, ada peluang mereka membeli produk yang dijual di gerai Kohl. Sebuah contoh berpikir yang out-of-the-box dalam menghadapi masalah dan menemukan solusinya.

Cara lain yang digunakan Kohl untuk bertahan adalah dengan memperkecil pemakaian gedung untuk gerai mereka, dan mencari mitra yang membutuhkan space untuk berbagi, seperti gym dan pebisnis grosiran.

Selain membuat mereka lebih efisien, dan mendapatkan revenue tambahan dari uang sewa, Kohl juga mendapatkan tambahan traffic pengunjung melalui strategi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here